Menurut budaya Jepang, Teru Teru Bozu adalah boneka yang terbuat dari kain putih atau selembar tisu, kemudian di gambari dan digantung di ranting-rating pohon atau di depan jendela kamar. Dalam bahasa jepang “Teru” menggambarkan cahaya matahari, sedangkan “bozu” berarti biksu, mengarah ke kepala botak teru teru bozu. Teru Teru Bozu di percaya sebagai boneka penangkal hujan. Sedangkan bila menggantungnya terbalik, dengan kepala dibawah itu artinya kita meminta hujan turun. Biasanya digunakan jika ada event penting atau oleh anak – anak yang akan melakukan piknik esok hari jadi mereka berharap agar tidak turun hujan.
![]() |
![]() |
Boneka Teru - Teru menjadi populer selama periode Edo antara penduduk kota. Ada yang bilang kalo ini berasal dari kisah tentang seorang biksu yang berjanji petani untuk menghentikan hujan dan membawa cuaca cerah selama hujan berkepanjangan yang merusak tanaman. Ketika biarawan itu gagal membawa sinar matahari, ia dieksekusi. Banyak sejarawan Jepang yang percaya cerita ini, yang kemudian meluas, kemungkinan besar dalam upaya untuk memperbaiki citra boneka. Hal ini lebih mungkin bahwa "bōzu" dalam nama tidak merujuk kepada seorang biarawan Buddha yang sebenarnya, tetapi untuk bulat, kepala botak biksu seperti boneka, dan "Teru Teru" bercanda merujuk pada efek sinar matahari terang.
Ada uta warabe terkenal, atau sajak anak-anak Jepang yang bunyinya :
Do make tomorrow a sunny day
Like the sky in a dream sometime
If it's sunny I'll give you a golden bell
Teru-teru-bozu, teru bozu
Do make tomorrow a sunny day
If you make my wish come true
We'll drink lots of sweet rice wine
Teru-teru-bozu, teru bozu
Do make tomorrow a sunny day
But if the clouds are crying (it's raining)
Then I shall snip your head off
Sumber : http://catatanmissneptunus.blogspot.com/2011/11/b-for-boneka-teru-teru.html#more
.jpg)



.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar